all the things that make my mind itch to review..

Posts tagged “gambar

Siapa yang Tak Kenal dengan Naruto??

Apa jadinya jika anda mempunyai jurus seribu bayangan?? (cari pacar yang banyak untuk masing-masing clon kali ya…hehehe 😆 )

(gambar: Naruto Uzumaki, karakter utama anime dan manga Naruto)
Naruto is in the house!!! Yupz, bahasan kita kali ini tak lain dan tak bukan tentang sebuah anime terlaris dengan jutaan penggemar di seluruh belahan dunia. Penggemar anime dan manga yang satu ini sangat bevariasi, mulai dari anak-anak sampai yang sudah tua (om-nya temenku yang usianya 45-an aja ikut nimbrung ngobrolin Naruto dengan kami… apa??). Kesuksesan komik Naruto tak lepas dari yang namanya Masashi Kishimoto, “kawan saya” yang telah menelurkan mega anime ini.

Pada mulanya Manga Naruto pertama kali diterbitkan di negeri Sakura di tahun 1999 dalam majalah Manga terkemuka Jepang, Shonen Jump  edisi ke 43. Di Indonesia sendiri, Manga Naruto diterbitkan oleh Elex Media Komputindo. Semenjak kemunculannya, Naruto telah mengalami puncak popularitas baik di negeri asalnya maupun di tanah air. Ceritanya yang panjang dari dulu sampai sekarang tetap saja semakin enak untuk diikuti. Dari sebuah situs ensiklopedi, dinyatakan bahwa panjang serial Naruto (khususnya di Jepang) telah menyaingi Dragon Ball karya Akira Toriyama (hemm… seperti dugaan saya 🙂 ) Sedangkan untuk serial anime-nya diproduksi oleh Studio Pierrot dan Aniplex yang disiarkan perdana di Jepang oleh jaringan TV Tokyo dan juga oleh jaringan televisi satelit khusus anime, Animax. Seri pertama terdiri atas sembilan seasons. Season pertama dari seri kedua mulai ditayangkan pada tanggal 15 Februari 2007. Nah, kalau Di Indonesia, kita dapat nonton anime Naruto yang semula ditayangkan oleh Global TV dan kemudian dipindah ke RCTI mulai 1 Februari 2011 (udah lewat kale!!)
Bagi kawan-kawan yang baru mengenal anime yang satu ini (apa? 🙄  emang ada yang nggak tahu sama Naruto?) ada baiknya kawan-kawan baca sekilas prolog-nya.

Diceritakan pada tiga belas tahun sebelum cerita ini dimulai, ada seekor monster rubah (yang dikenal dengan nama Kyuubi) ekor sembilan menyerang sebuah desa yang bernama Konoha. Desa ini merupakan tempat banyak shinobi (ninja) yang juga sebagai tempat kelahiran saya Naruto. Nah, si Kyuubi itu menyebabkan kehancuran di desa Konoha dan sehingga banyak korban yang berjatuhan (sereem 😦 ) Namun akhirnya ada seseorang shinobi hebat yang berhasil menyegel Kyuubi itu ke tubuh Naruto. Sang jawara yang berhasil menyegel siluman rubah ekor itu adalah Namikaze Minato, Hokage keempat yang tidak lain adalah ayah dari Naruto. Sayangnya, keberhasilan itu harus dibayar dengan nyawanya sendiri (saya juga akan melakukan hal yang sama jika di posisi itu, maksudnya?? 👿 )

Setelah peristiwa mencekam itu, tepatnya setelah tiga belas tahun kemudian, si Naruto Uzumaki udah besar dan (more…)

Advertisements

Art in Art??

Tahukah kalian makna judul tersebut? (penulis juga baru tahu kemaren). Art in art atau dalam bahasa Indonesianya adalah seni dalam seni. Yaitu sebuah karya seni yang menampilkan sebuah keteraturan yang berasal dari beberapa karya seni lain yang tersusun sesuai irama warna (definisi pribadi 😉 ).

Jika kawan-kawan pernah memperhatikan sebuah iklan rokok di layar kaca, kalian pasti melihat sebuah gambar yang terbentuk dari gambar-gambar yang lebih kecil dan ersusun rapi sesuai dengan kontur warna. Keren banget kan? Pasti yang muncul di benak kalian ketika melihat seni foto itu adalah pertanyaan, “seberapa banyak foto yang dibutuhkan untuk membuat sebuah siluet gambar?” atau “gimana yah cara menentukan warna-warna setiap foto dan penyusunannya agar terbentuk sebuah keteraturan?” (jangan tanya kepada saya, karena saya pun termasuk orang-orang yang bertanya demikian 😀 ).

Adalah Maxim Ksuta, seorang penulis sejarah sekaligus pelukis asal Rusia. Ia membuat sebuah karya seni yang mengagumkan. Ksuta membuat potret wajah dari teman-temannya menggunakan ratusan gambar kecil. Ksuta mengumpulkan karya seni dari zaman kuno sampai ke masa modern seperti lukisan, foto, patung sampai motif arsitektur. Kemudian ia menyusunnya dan menghasilkan potret wajah dari teman-temannya. Karya seni inilah yang kemudian ia namakan Art in Art (em…jadi begitu ceritanya?). Ksuta menghadirkan karya seni baru tersebut karena dia yakin bahwa bentuk seni di era modern saat ini memang sudah tidak ada batasannya lagi. Setiap saat ada saja karya seni baru yang hadir.

Ini dia salah satu karyanya…